Perjalanan Hijrah Gerai Rosmala
Pakaian merupakan kebutuhan yang bersifat primer saat ini, mengapa? Jaman semakin
berkembang, dunia fashion pun tak
kalah maju dan bahkan banyak orang yang berbisnis di bidang tersebut. Banyak orang
di luar sana berpacu dengan kreativitas dan inovasi mengenai fashion. Salah satu contohnya adalah
bisnis pakaian yang diproduksi sendiri seperti Gerai Rosmala.
Ditemui disela-sela kesibukannya di sebuah kedai
Lontong Medan (2/12), pemilik Gerai Rosmala, Santi Rosmala menjelaskan
perjalanan bisnisnya tahun 2009. Di tahun itulah Santi Rosmala mulai menjual
pakaian impor dari Korea. Bermula dari keisengan dan ketertarikannya di media
Multiplay atau situs perdagangan elektronik yang menampilkan banyak profil pebisnis
perempuan, terutama para ibu rumah tangga.
Namun Gerai Rosmala menghentikan bisnis pakaian
impor-nya di tahun 2012 karena berbenturan dengan pengurusan bea dan cukai.
Mulailah Santi Rosmala membuat sendiri pakaian jadi dari bahan rayon dengan
sistem Purchase Order (PO).
Namun Gerai Rosmala menghentikan bisnis pakaian
impor-nya di tahun 2012 karena berbenturan dengan pengurusan bea dan cukai.
Mulailah Santi Rosmala membuat sendiri pakaian jadi dari bahan rayon dengan
sistem Purchase Order (PO).
Dalam perjalanan bisnis fashion-nya, Santi Rosmala juga mengalami hijrah. Di tahun itu
pula, Santi Rosmala berinisiatif untuk membuat pakaian syar’i. Sempat ingin mengubah branding-nya
menjadi Rosmala Syar’i, kehilangan tapak tilas Gerai Rosmala itu sendiri. Santi
kembali dengan teguh menggunakan branding
Gerai Rosmala. Dengan modal yang minim yaitu sekitar Rp 1.000.000, beliau
bertekad untuk tetap meneruskan bisnis fashion-nya.
“Jadi, jangan takut untuk memulai suatu usaha, jalanin aja dulu,” ujarnya.
Gerai Rosmala memproduksi pakaian syar’i seperti gamis set, khimar hingga handsock
rajut. Saat ini sistem pemasaran mulai merambah Facebook dan Instagram. Lalu mengapa
bisa berkembang seperti sekarang? Hal itu terjadi karena atas dukungan tim agen
dan marketing yang sudah tersebar di Aceh, Jakarta, Bandung dan Pulau Jawa. Pakaian
syar’i yang diproduksi oleh Gerai
Rosmala terbuat dari bahan kain premium.
Gerai Rosmala ingin memberikan manfaat bagi para
perempuan agar bisa tetap berkarya dan berpenghasilan dari rumah, khususnya ibu
rumah tangga. Pemiliknya menekankan kepada para perempuan yang mulai berbisnis
untuk tidak merasa khawatir dengan usahanya. Wanita ini menambahkan bahwa perempuan
juga harus mandiri secara financial,
baik masih single atau pun sudah
berumah tangga. Oleh karenanya Gerai Rosmala itu harus tetap dapat memberikan inspirasi
dan manfaat bagi para perempuan.



