Berbagi Rezeki
Di Hutan
Nurlaela
Suatu siang di hutan yang sangat luas dengan
tumbuhan yang subur, hiduplah lima ekor binatang. Walaupun karakter mereka
berbeda, mereka tetap berteman baik.
Saat itu Monyet sedang pergi berjalan-jalan untuk
mencari makanan untuk makan malam bersama, Monyet mengambil lima buah pisang. Setelah
itu, di persimpangan jalan Monyet bertemu dengan Macan yang juga sedang mencari
makanan. Macan sudah mendapatkan mangsanya yaitu seekor kelinci.
Monyet bertanya pada Macan, “Hai Macan, ternyata kau
sudah mendapatkan seekor kelinci ya?”
Macan menjawab, “Iya, makanan ini untuk makan
malam”.
Monyet tidak menjawab apa-apa karena dia pikir,
makanan yang dibawa Macan akan dibagikan kepada teman-temannya.
Di tempat yang lain, Gajah pun bekerja keras mencari
makanan berkeliling hutan. Akhirnya Gajah mendapatkan lima buah kelapa dan
sepuluh buah kacang. Gajah sangat bergembira karena akan berkumpul bersama
teman-temannya untuk makan malam. Gajah pun bernyanyi sambil membawa makanan
menuju rumahnya.
Lalalala… Lalalala…
Ketika Gajah sudah tiba di rumahnya, Gajah melihat
Ular sedang diam menunggu di depan pintu rumah Gajah.
Gajah bertanya, “Hai Ular, apa yang sedang kau
lakukan di sini?”
Ular menjawab, “Aku sedang menunggumu. Aku ingin kau
menemaniku mencari makanan di hutan”.
Gajah berkata sambil menunjukkan makanannya pada
Ular, “Aku sudah mencari makanan tadi, semoga makanan ini cukup untuk kita
bersama”.
Ular pun tersenyum dan berkata, “Wah, banyak sekali.
Tapi sepertinya aku membutuhkan daging”.
Gajah berkata, “Baiklah, mari aku temani kau mencari
daging”.
Setelah Gajah menaruh makanannya di dalam rumah,
Gajah pun pergi bersama Ular untuk mencari daging. Gajah dan Ular pergi ke
sungai, berharap mendapatkan daging ikan, tapi tak didapatkannya pula.
Gajah dan Ular pun terus mencari daging, ditengah
perjalanan mereka bertemu Singa yang sedang membawa makanan juga. Singa sudah
mendapatkan mangsanya yaitu seekor anak rusa.
Ular bertanya pada Singa, “Wah Singa, kau sudah
mendapatkan seekor anak rusa?”
Singa menjawab, “Iya Ular, semoga makanan yang aku
bawa cukup untuk makan malam kita bersama nanti”.
Ular pun tersenyum lagi dan berkata dalam hatinya,
“Asiikk, aku tak perlu mencari mangsa untuk makanan nanti malam, akan aku
habiskan makanan kalian”.
Ular kemudian berkata pada Gajah, “Gajah, aku sudah
lelah mencari makanan, lebih baik kita pulang saja dulu”.
Tanpa berpikir apa-apa Gajah pun setuju dengan
ajakan Ular untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
Waktu malam sudah tiba, Gajah, Ular, Macan dan
Monyet segera pergi menuju rumah Singa. Makan malam kali ini berkumpul di rumah
Singa. Setelah mereka tiba di rumah Singa, masing-masing dari mereka menaruh
makanannya di meja makan. Gajah menaruh lima buah kelapa dan sepuluh buah
kacang. Monyet menaruh lima buah pisang. Singa pun menaruh daging anak rusa
yang sudah direbus tadi sore di dapurnya. Ular hanya diam saja. Sedangkan macan
masih memegang daging kelincinya.
Singa berkata pada Ular, “Hai Ular, makanan apa yang
kau bawa malam ini?”
Ular menjawab dengan terbata-bata, “Aaakuu tidak
membawa makanan apa pun”.
Kemudian Singa bertanya pada Macan, “Hai Macan,
mengapa kau tak menaruh makananmu itu di meja?”
Macan menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan
membagikan makanan ini terutama pada Ular”.
Singa, Monyet dan Gajah pun berpikir bagaimana
caranya supaya acara makan malam ini berjalan dengan baik. Monyet memberikan
idenya untuk membagikan setiap makanan yang dibawanya.
Monyet berkata, “Gajah kan membawa lima buah kelapa
dan sepuluh buah kacang, maka kita bagi makanan ini kepada Gajah, Singa,
Monyet, Ular dan Macan?”
Gajah menjawab, “Aku setuju sekali, aku memang akan
membagikan makanan yang kubawa untuk kita berlima”.
Singa pun berkata, “Aku juga memang akan membagikan
dagingku untuk kalian berlima”.
Monyet pun tidak ketinggalan untuk membagikan lima
buah pisangnya untuk teman-temannya.
Singa berkata pada Macan, “Macan, apa kau ingin
membagikan makananmu pada kita?”
Walaupun dengan terpaksa, akhirnya Macan mau
membagikan makanannya karena melihat Gajah, Singa dan Monyet rela membagikan
makanannya.
Ular menunduk malu karena dia telah salah, berniat
menghabiskan makanan teman-temanya. Namun Gajah berusaha menghibur Ular dengan
memberikan nasihat supaya jangan sekali-kali lagi kita mengulangi kesalahan
kita. Ular pun meminta maaf pada Singa, Gajah, Monyet dan Macan karena sifatnya
yang rakus. Macan pun demikian, Macan meminta maaf karena sudah pelit pada
teman-temannya. Singa, Gajah, Monyet pun berlapang dada memaafkan mereka.
Nah teman, hendaklah kita mempunyai niat yang baik
untuk berbagi rezeki yang kita punya kepada keluarga, tetangga, kerabat dekat
dan sahabat. Karena kebaikan yang kita lakukan adalah untuk diri kita
sendiri.