Jumat, 15 Desember 2017

Tentang Perempuan Muslimah



Perjalanan Hijrah Gerai Rosmala

Pakaian merupakan kebutuhan yang bersifat primer saat ini, mengapa? Jaman semakin berkembang, dunia fashion pun tak kalah maju dan bahkan banyak orang yang berbisnis di bidang tersebut. Banyak orang di luar sana berpacu dengan kreativitas dan inovasi mengenai fashion. Salah satu contohnya adalah bisnis pakaian yang diproduksi sendiri seperti Gerai Rosmala.

Ditemui disela-sela kesibukannya di sebuah kedai Lontong Medan (2/12), pemilik Gerai Rosmala, Santi Rosmala menjelaskan perjalanan bisnisnya tahun 2009. Di tahun itulah Santi Rosmala mulai menjual pakaian impor dari Korea. Bermula dari keisengan dan ketertarikannya di media Multiplay atau situs perdagangan elektronik yang menampilkan banyak profil pebisnis perempuan, terutama para ibu rumah tangga.

Namun Gerai Rosmala menghentikan bisnis pakaian impor-nya di tahun 2012 karena berbenturan dengan pengurusan bea dan cukai. Mulailah Santi Rosmala membuat sendiri pakaian jadi dari bahan rayon dengan sistem Purchase Order (PO).  

Dalam perjalanan bisnis fashion-nya, Santi Rosmala juga mengalami hijrah. Di tahun itu pula, Santi Rosmala berinisiatif untuk membuat pakaian syar’i. Sempat ingin mengubah branding-nya menjadi Rosmala Syar’i, kehilangan tapak tilas Gerai Rosmala itu sendiri. Santi kembali dengan teguh menggunakan branding Gerai Rosmala. Dengan modal yang minim yaitu sekitar Rp 1.000.000, beliau bertekad untuk tetap meneruskan bisnis fashion-nya. “Jadi, jangan takut untuk memulai suatu usaha, jalanin aja dulu,” ujarnya. 

Gerai Rosmala memproduksi pakaian syar’i seperti gamis set, khimar hingga handsock rajut. Saat ini sistem pemasaran mulai merambah Facebook dan Instagram. Lalu mengapa bisa berkembang seperti sekarang? Hal itu terjadi karena atas dukungan tim agen dan marketing yang sudah tersebar di Aceh, Jakarta, Bandung dan Pulau Jawa. Pakaian syar’i yang diproduksi oleh Gerai Rosmala terbuat dari bahan kain premium. 

Gerai Rosmala ingin memberikan manfaat bagi para perempuan agar bisa tetap berkarya dan berpenghasilan dari rumah, khususnya ibu rumah tangga. Pemiliknya menekankan kepada para perempuan yang mulai berbisnis untuk tidak merasa khawatir dengan usahanya. Wanita ini menambahkan bahwa perempuan juga harus mandiri secara financial, baik masih single atau pun sudah berumah tangga. Oleh karenanya Gerai Rosmala itu harus tetap dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi para perempuan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BATAL PUASA (CERPEN 1000 KATA)

Hari itu langit sore memerah di ujung rumahnya. Aku merasa malu. Kejadian dua puluh tahun lalu, aku dan sahabat kecilku, tertutup lembaran s...