Minggu, 26 November 2017

Observasi Teater TEMMA 23 STIE INABA Bandung



OBSERVASI TEATER SEBAGAI KEGIATAN PENDIDIKAN KEMANDIRIAN

Salam teater.

Seni teater merupakan seni pertunjukan yang berisi tidak hanya menceritakan sebuah peran kehidupan personal namun bisa juga mengenai kritikan lingkungan-sosial. Alasan mereka memilih teater adalah sebagai mediasi penyampaian aspirasi dan inspirasi. Mengapa demikian? Karena teater lebih interaktif. Teater memiliki nilai estetika tinggi, pesan moral, budaya bahkan ekonomi. Pertunjukan teater dapat dipentaskan secara realis (nyata) dan absurd (tidak pasti).   

Teater pun bisa menjadi sarana pendidikan, seperti obersvasi yang dilakukan oleh UKM Teater TEMMA 23 STIE INABA Bandung. Observasi diadakan pada hari sabtu dan minggu, tanggal 25-26 November 2017, pukul 07.00 sampai dengan selesai di Perkemahan Gunung Puntang Banjaran, Kabupaten Bandung. Peserta observasi sebanyak 20 orang. Dan acara observasi ini juga dihadiri oleh salah satu pupuhu, Abah Tajudin, alumni ; Fahdi, Yose, Rully, Darwan, Ricky, Dwi, Avi, Maya, Gagah, Purwa, Bunga dan lain sebagainya.

Menurut ketua pelaksana observasi, Andhika Febri, observasi ini merupakan kegiatan pendidikan untuk mahasiswa yang berteater supaya lebih kritis dan mandiri. Mahasiswa teater harus memiliki karakter dan jiwa yang kuat. Para peserta observasi ini diberikan materi mengenai organisasi, panggung, perspektif dan manajerial.

Setiap orang yang menghadiri di acara tersebut memiliki pesan dan harapan. Hal ini diungkapkan oleh alumni mahasiswa STIE INABA Bandung yang pernah menjabat sebagai ketua teater TEMMA 23, Egi Sadewa, “Jangan pernah merasa diri ini lemah”. Kalimat tersebut ditunjukkan pada kondisi teater kampus. Lanjut untuk rencana progress ke depannya di bulan juli 2017, akan diadakan pertunjukan teater di STIE INABA Bandung.

Tidak hanya berbicara pertunjukan, salah seorang dari alumni mahasiswa STIE INABA Bandung yang masih aktif mengikuti kegiatan teater, Budi menyampaikan, “Kegiatan obervasi ini jadi ajang silaturahmi sesama peserta, anggota dan alumni”.

Harapan dari kegiatan observasi ditambahkan oleh ketua teater TEMMA 23 STIE INABA, Muhammad Ikbal, “Semoga dengan observasi ini dapat menambah karya yang meledak hingga bumi”.

Rangkaian acara demi acara sudah dikutsertakan oleh peserta, panitia observasi dan alumni. Observasi ini diakhiri dengan sebuah penyematan pin logo teater TEMMA 23 dan sebuah pertunjukan pembacaan puisi dari 3 peserta. Acara dirasa lancar, haru dan menyenangkan. Karena kami bisa saling berbagi dan merangkul. Semoga bermanfaat.

Viva teater. Bravo.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BATAL PUASA (CERPEN 1000 KATA)

Hari itu langit sore memerah di ujung rumahnya. Aku merasa malu. Kejadian dua puluh tahun lalu, aku dan sahabat kecilku, tertutup lembaran s...