OBSERVASI TEATER
SEBAGAI KEGIATAN PENDIDIKAN KEMANDIRIAN
Salam teater.
Seni teater merupakan seni pertunjukan yang berisi tidak
hanya menceritakan sebuah peran kehidupan personal namun bisa juga mengenai
kritikan lingkungan-sosial. Alasan mereka memilih teater adalah sebagai mediasi
penyampaian aspirasi dan inspirasi. Mengapa demikian? Karena teater lebih
interaktif. Teater memiliki nilai estetika tinggi, pesan moral, budaya bahkan
ekonomi. Pertunjukan teater dapat dipentaskan secara realis (nyata) dan absurd
(tidak pasti).
Teater pun bisa menjadi sarana pendidikan, seperti
obersvasi yang dilakukan oleh UKM Teater TEMMA 23 STIE INABA Bandung. Observasi
diadakan pada hari sabtu dan minggu, tanggal 25-26 November 2017, pukul 07.00
sampai dengan selesai di Perkemahan Gunung Puntang Banjaran, Kabupaten Bandung.
Peserta observasi sebanyak 20 orang. Dan acara observasi ini juga dihadiri oleh salah satu pupuhu, Abah Tajudin, alumni ; Fahdi,
Yose, Rully, Darwan, Ricky, Dwi, Avi, Maya, Gagah, Purwa, Bunga dan lain
sebagainya.
Menurut ketua pelaksana observasi, Andhika Febri,
observasi ini merupakan kegiatan pendidikan untuk mahasiswa yang berteater
supaya lebih kritis dan mandiri. Mahasiswa teater harus memiliki karakter dan
jiwa yang kuat. Para peserta observasi ini diberikan materi mengenai
organisasi, panggung, perspektif dan manajerial.
Setiap orang yang menghadiri di acara tersebut memiliki
pesan dan harapan. Hal ini diungkapkan oleh alumni mahasiswa STIE INABA Bandung
yang pernah menjabat sebagai ketua teater TEMMA 23, Egi Sadewa, “Jangan pernah
merasa diri ini lemah”. Kalimat tersebut ditunjukkan pada kondisi teater kampus.
Lanjut untuk rencana progress ke depannya di bulan juli 2017, akan diadakan
pertunjukan teater di STIE INABA Bandung.
Tidak hanya berbicara pertunjukan, salah seorang
dari alumni mahasiswa STIE INABA Bandung yang masih aktif mengikuti kegiatan
teater, Budi menyampaikan, “Kegiatan obervasi ini jadi ajang silaturahmi sesama
peserta, anggota dan alumni”.
Harapan dari kegiatan observasi ditambahkan oleh
ketua teater TEMMA 23 STIE INABA, Muhammad Ikbal, “Semoga dengan observasi ini
dapat menambah karya yang meledak hingga bumi”.
Rangkaian acara demi acara sudah dikutsertakan oleh
peserta, panitia observasi dan alumni. Observasi ini diakhiri dengan sebuah
penyematan pin logo teater TEMMA 23 dan sebuah pertunjukan pembacaan puisi dari
3 peserta. Acara dirasa lancar, haru dan menyenangkan. Karena kami bisa saling
berbagi dan merangkul. Semoga bermanfaat.
Viva teater. Bravo.


