Sabtu, 01 September 2018

Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika SELISIK 2018


Manusia Digital, Era Revolusi Industri 4.0

Industri merupakan salah satu bidang yang paling berkembang di Indonesia. Bangsa Indonesia perlu menjalankan revolusi industri untuk memajukan produktivitas dan sumber daya manusianya. Melanjutkan seminar kemarin, dalam Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika (SELISIK 2018) yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Bandung di Haris Convention Festival Citylink Bandung (01/09/2018).

Seminar ini diketuai oleh Ibu Harya Gusdevi, S.Kom., M.Kom.. Acara ini juga disambut oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, Bapak  Muchammad Naseer , S.Kom., MT. dan Ketua APTIKOM JABAR, Bapak Yusuf Arifin S.Si., MM. Dalam acara tersebut juga diumumkan para pemenang lomba game, animasi dan APP tingkat mahasiswa di seluruh pulau Jawa.

 
Revolusi industri 4.0 harus memiliki alat, internet dan data yang lengkap dalam menjalankannya. Selain memiliki banyak opportunity, revolusi industri 4.0 juga memiliki kekurangan diantara lain, tenaga kerja manusia akan tergantikan oleh robot, kesempatan meretas data akan tinggi, persoalan privasi dan etika, biaya investasi  juga akan tinggi.

Menyikapi persoalan sumber daya manusia dalam menghadapi industri 4.0, Bapak Ir. Priyantono Rudito, M.Bus., Ph.D., Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata, mengatakan bahwa ada 3C sebagai landasan hal tersebut yaitu Context, Concept dan Content. Pengembangan Digital Mastery dapat diterapkan di segala bidang industri termasuk pertanian. Tenaga kerja akan bekerja dengan menggunakan alat mesin digital atau juga langsung oleh robot. Revolusi 4.0 dapat ditempakan selain dari bidang teknologi dan ekonomi, bidang sosial demokrasi serta politik. Untuk mendukung Digital Mastery tersebut diperlukan kolaborasi antar generasi. Setiap generasi memliki potensi, ada perencanaan dalam mengembangkan ide. Semua pembaharuan produk digital pada dasarnya akan mempermudah kegiatan operasional di segala hal. Juga ditekankan bahwa segala upaya tersebut dilakukan atas dasar kepentingan seluruh alam semesta, karena kemenangan itu adalah yang rahmatan lil ‘alaamiin.

 

Kemudian dilanjutkan pemaparan konsep Human Capital Development In Industrial 4.0 dari Bapak Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., Rektor Universitas Amikom Yogyakarta. Beliau menjelaskan bahwa generasi ke depan sumber daya manusia akan terbagi menjadi 4 bagian, yaitu Professional, Enterpreneur, Sciencetist dan Artist. Dengan era revolusi industri 4.0 kita dapat memperluas network atau jaringan. Selain dari pada itu, inovasi sangat diperlukan dalam produktivitas. Produktivitas harus memiliki value atau nilai lebih. Ada pun alur untuk menghasilkan value dimulai dari Design, Production, Branding, Channeling. Dari 4 alur tersebut ada Culture dan Ideation sebagai dasarnya.

Kita memang harus siap dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Selain kelimuan yang kita kerahkan, pendekatan spiritualitas pun harus kita teguhkan sebagai akar yang kuat untuk menanamkan dan menghasilkan goal yang terbaik. Revolusi harus berbanding selaras dengan keimanan.




Selasa, 21 Agustus 2018

Diskusi Publik



Perombakan Industri Melalui Revolusi 4.0


Bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang peradabannya masih belum menggunakan digital secara keseluruhannya. Sehingga produktivitas dan sumber daya manusianya belum maju pesat. Bangsa Indonesia memang beragam dalam bidang usaha, yaitu pertanian, perdagangan dan industri.  Industri menjadi salah satu bidang yang paling berkembang dan sudah mengalami beberapa revolusi.

Apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi era revolusi industri berikutnya?

Tepatnya Kementerian Perindustrian Republik Indonesia ingin mengaplikasikan revolusi 4.0 untuk menjadikan ranah industri yang berbasis digital. Namun, sebelum menuju langkah digitalisasi kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

Kami menghadiri acara diskusi publik bersama Kementerian Perindisutrian RI yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung di The Parlor, Ciburial Bandung, Senin, (20/8/2018). Acara ini dibuka oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, Bapak Muchammad Nasser S.Kom.,M.T.


Menurut Bapak Drs. Mujiono, M.M, Kepala Pusdiklat Industri, Kementerian perindustrian, sebelum menginjak pada revolusi 4.0 bangsa Indonesia mesti menyiapkan tenaga kerja yang kompeten. Pendidikan salah satu cara untuk mencetak sumber daya manusia tersebut, merubah pola pendidikan konvensional menjadi pola Link and Match. Pola Link and Match adalah pola mendidik, melatih para siswa SMK terutamanya untuk bekerja sama dengan industri. Melalui revolusi industri 4.0 ini diharapkan dapat menciptakan ekonomi digital di indonesia. Pergeseran tenaga kerja ke profesi bisa dilakukan melalui redesign kurikulum pendidikan, programing, data analysis dan lembaga riset.   

Hal tersebut ditambahkan pula oleh Bu Ratna Utari Ningrum, Direktur industri Kecil dan Menengah, bahwa bidang fashion, kerajinan, animasi dan video serta interaktif merupakan salah satu pendukung dalam revolusi industri 4.0. UMKM terbentuk dari basis hobi dan komunitas. Cerdasnya mereka adalah menangkap peluang bisnis dan industri kreatif dengan basis kearifan lokal. Melalui sumber daya manusia (Man) dan alat (Machine), kami membuat inovasi E-Smart untuk Industri Kecil Menengah dalam bentuk data base. Sistem Informasi Nasional (SIINAS) membuka juga peluang jasa akun dalam memudahkan usaha-usahanya tersebut dan membentuk komunitas berbasis software.

Menurut Bapak Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat M.Eng, Guru Besar Institut Teknologi Bandung, dikatakan bahwa mengubah sesuatu yang manusl menjadi sesuatu yang digital bisa menjadikan masalah lapangan pekerjaan. Semua tenaga kerja digantikan oleh IT. Antara people, process dan technology harus menyatu dalam aktivitas belajar, pengembangan dan lainnya.

Selain dari berbicara revolusi industri, produktivitas tergantung pada sistem, kata Bapak Ade Sudrajat, Ketua Asosiasi Tekstil Indonesia. Perubahan sumber daya manusia dari manual ke digital ini tidaklah mudah, tenaga kerjanya mahal, harus delivery on time (langsung jadi) dan memiliki satu keahlian profesi.

Penyiapan sumber daya manusia pun dilihat dari bidang kesehatan. Ibu N. Nurlaela Arief, MBA. MIPR, Head of Corporate Communications BIO FARMA, memaparkan bahwa untuk memenuhi kriteria tenaga kerja yang kompeten harus melalui vaksinasi, supaya dapat mempertahankan anti bodi dari serangan virus dan bakteri. Bio Farma memiliki inovasi dalam manufacturing vaksin dengan cara Cold Chain System, yaitu pendistribusian vaksin dengan kendaraan berpendingin khusus. Bio Farma sekarang sudah menggunakan Support Bio Farma Digital.

Bapak Ronny P Sasmita, Direktur Eksekutif dan Pengamat Ekonomi di EconAct, mengemukakan bahwa ciri khas dari revolusi 4.0 adalah perusahaan yang sudah bergerak cepat dan ideal, tidak terlalu maju dan tidak terlalu mundur. Untuk itu dibutuhkan inovasi dalam bidang teknologi supaya dapat menciptakan kualitas pekerjaan.  

Dari semua pemaparan di atas maka sudah siapkah bangsa Indonesia menuju revolusi 4.0 dengan kondisi semua bidang yang ada saat ini? Butuh proses perlahan untuk memprogramnya. Revolusi 4.0 akan tercipta sesuai kebutuhan industri bangsa Indonesia.

Minggu, 11 Februari 2018

Review Produk Kecantikan Kulit Wajah "Zalfa"



Kulit Halus dan Lembab dengan Zalfa


Hai Ladies, saya akan berbagi cerita mengenai produk kecantikan yang terjamin kualitasnya. Kulit wajah saya termasuk kulit yang berminyak dan berjerawat. Namun di usia 33 tahun ini, kulit menjadi mulai sedikit kering dan ada garis halus di area mata. Berbeda halnya saat usia masih 20 tahun, kulit saya berminyak tapi tetap terjaga kelembabannya. Usia 30 tahun ke atas memang harus banyak menyerap nutrisi lebih banyak termasuk vitamin C. Selain mengkonsumsi buah dan sayur harus disertai dengan minum air putih kurang lebih 2 liter sehari. Kulit wajah membutuhkan serum untuk menjaga kelembaban dan kesehatannya.

Teman saya menyarankan untuk menggunakan serum yang mengandung vitamin C dari Zalfa. Terus bagaimana dengan jerawat yang ada di wajah?

Siang itu saya mendapatkan paket serum Zalfa. Setelah dibuka, saya langsung tertarik dengan kandungan yang ada di dalamnya, yaitu Kakadu Plum. Saya mulai mencoba esok pagi harinya, serum ini berbentuk gel. Terasa lembut saat saya oleskan pada wajah. Saya gunakan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasannya. Serum Lightening Concentrate Zalfa ini mengandung vitamin C yang tinggi dari kakadu plum organik, kaya akan antioksidan yang berfungsi untuk mencegah kerusakan sel kulit. Dengan multivitamin kompleks yang efektif mencerahkan kulit kusam, memudarkan flek hitam dan komedo serta meningkatkan elastisitas kulit supaya selalu lembab.

Walhasil, selama saya menggunakannya selama 7 hari kulit saya terasa halus dan lembab. Meskipun terdapat jerawat di wajah saya, hal itu tidak mengganggu sama sekali malah bisa menyamarkan bekas jerawat.

Semua wanita mendambakan kulit wajah yang sehat. Untuk itu serum ini harus digunakan secara rutin untuk memaksimalkan kulit wajah yang sehat dan cerah alami. So, pilihlah produk kecantikan kulit wajah yang mengandung bahan organik dan alami karena tidak akan mengakibatkan efek yang berlebihan. Ladies, Anda dapat mengunjungi beberapa produk Zalfa di IG zalfamiracle. Sekian cerita produk kecantikan Zalfa dari saya, semoga bermanfaat dan silahkan dicoba. Terima kasih, Ladies.

Jumat, 15 Desember 2017

Tentang Perempuan Muslimah



Perjalanan Hijrah Gerai Rosmala

Pakaian merupakan kebutuhan yang bersifat primer saat ini, mengapa? Jaman semakin berkembang, dunia fashion pun tak kalah maju dan bahkan banyak orang yang berbisnis di bidang tersebut. Banyak orang di luar sana berpacu dengan kreativitas dan inovasi mengenai fashion. Salah satu contohnya adalah bisnis pakaian yang diproduksi sendiri seperti Gerai Rosmala.

Ditemui disela-sela kesibukannya di sebuah kedai Lontong Medan (2/12), pemilik Gerai Rosmala, Santi Rosmala menjelaskan perjalanan bisnisnya tahun 2009. Di tahun itulah Santi Rosmala mulai menjual pakaian impor dari Korea. Bermula dari keisengan dan ketertarikannya di media Multiplay atau situs perdagangan elektronik yang menampilkan banyak profil pebisnis perempuan, terutama para ibu rumah tangga.

Namun Gerai Rosmala menghentikan bisnis pakaian impor-nya di tahun 2012 karena berbenturan dengan pengurusan bea dan cukai. Mulailah Santi Rosmala membuat sendiri pakaian jadi dari bahan rayon dengan sistem Purchase Order (PO).  

Dalam perjalanan bisnis fashion-nya, Santi Rosmala juga mengalami hijrah. Di tahun itu pula, Santi Rosmala berinisiatif untuk membuat pakaian syar’i. Sempat ingin mengubah branding-nya menjadi Rosmala Syar’i, kehilangan tapak tilas Gerai Rosmala itu sendiri. Santi kembali dengan teguh menggunakan branding Gerai Rosmala. Dengan modal yang minim yaitu sekitar Rp 1.000.000, beliau bertekad untuk tetap meneruskan bisnis fashion-nya. “Jadi, jangan takut untuk memulai suatu usaha, jalanin aja dulu,” ujarnya. 

Gerai Rosmala memproduksi pakaian syar’i seperti gamis set, khimar hingga handsock rajut. Saat ini sistem pemasaran mulai merambah Facebook dan Instagram. Lalu mengapa bisa berkembang seperti sekarang? Hal itu terjadi karena atas dukungan tim agen dan marketing yang sudah tersebar di Aceh, Jakarta, Bandung dan Pulau Jawa. Pakaian syar’i yang diproduksi oleh Gerai Rosmala terbuat dari bahan kain premium. 

Gerai Rosmala ingin memberikan manfaat bagi para perempuan agar bisa tetap berkarya dan berpenghasilan dari rumah, khususnya ibu rumah tangga. Pemiliknya menekankan kepada para perempuan yang mulai berbisnis untuk tidak merasa khawatir dengan usahanya. Wanita ini menambahkan bahwa perempuan juga harus mandiri secara financial, baik masih single atau pun sudah berumah tangga. Oleh karenanya Gerai Rosmala itu harus tetap dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi para perempuan.



BATAL PUASA (CERPEN 1000 KATA)

Hari itu langit sore memerah di ujung rumahnya. Aku merasa malu. Kejadian dua puluh tahun lalu, aku dan sahabat kecilku, tertutup lembaran s...