Perombakan Industri Melalui Revolusi 4.0
Bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang peradabannya masih belum
menggunakan digital secara keseluruhannya. Sehingga produktivitas dan sumber
daya manusianya belum maju pesat. Bangsa Indonesia memang beragam dalam bidang
usaha, yaitu pertanian, perdagangan dan industri. Industri menjadi salah satu bidang yang paling
berkembang dan sudah mengalami beberapa revolusi.
Apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi era revolusi industri
berikutnya?
Tepatnya Kementerian Perindustrian Republik Indonesia ingin
mengaplikasikan revolusi 4.0 untuk menjadikan ranah industri yang berbasis
digital. Namun, sebelum menuju langkah digitalisasi kita harus menyiapkan
sumber daya manusia yang kompeten.
Kami menghadiri acara diskusi publik bersama Kementerian Perindisutrian
RI yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung di The Parlor,
Ciburial Bandung, Senin, (20/8/2018). Acara ini dibuka oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, Bapak
Muchammad Nasser S.Kom.,M.T.
Menurut Bapak Drs. Mujiono, M.M, Kepala Pusdiklat Industri, Kementerian
perindustrian, sebelum menginjak pada revolusi 4.0 bangsa Indonesia mesti
menyiapkan tenaga kerja yang kompeten. Pendidikan salah satu cara untuk
mencetak sumber daya manusia tersebut, merubah pola pendidikan konvensional
menjadi pola Link and Match. Pola Link and Match adalah pola mendidik,
melatih para siswa SMK terutamanya untuk bekerja sama dengan industri. Melalui
revolusi industri 4.0 ini diharapkan dapat menciptakan ekonomi digital di
indonesia. Pergeseran tenaga kerja ke profesi bisa dilakukan melalui redesign kurikulum pendidikan, programing, data analysis dan lembaga riset.
Hal tersebut ditambahkan pula oleh Bu Ratna Utari Ningrum, Direktur
industri Kecil dan Menengah, bahwa bidang fashion, kerajinan, animasi dan video
serta interaktif merupakan salah satu pendukung dalam revolusi industri 4.0.
UMKM terbentuk dari basis hobi dan komunitas. Cerdasnya mereka adalah menangkap
peluang bisnis dan industri kreatif dengan basis kearifan lokal. Melalui sumber
daya manusia (Man) dan alat (Machine), kami membuat inovasi E-Smart
untuk Industri Kecil Menengah dalam bentuk data
base. Sistem Informasi Nasional (SIINAS) membuka juga peluang jasa akun
dalam memudahkan usaha-usahanya tersebut dan membentuk komunitas berbasis software.
Menurut Bapak Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat M.Eng, Guru Besar
Institut Teknologi Bandung, dikatakan bahwa mengubah sesuatu yang manusl
menjadi sesuatu yang digital bisa menjadikan masalah lapangan pekerjaan. Semua
tenaga kerja digantikan oleh IT. Antara people,
process dan technology harus menyatu dalam aktivitas belajar, pengembangan dan
lainnya.
Selain dari berbicara revolusi industri, produktivitas tergantung pada
sistem, kata Bapak Ade Sudrajat, Ketua Asosiasi Tekstil Indonesia. Perubahan
sumber daya manusia dari manual ke digital ini tidaklah mudah, tenaga kerjanya mahal,
harus delivery on time (langsung
jadi) dan memiliki satu keahlian profesi.
Penyiapan sumber daya manusia pun dilihat dari bidang kesehatan. Ibu N.
Nurlaela Arief, MBA. MIPR, Head of Corporate Communications BIO FARMA, memaparkan
bahwa untuk memenuhi kriteria tenaga kerja yang kompeten harus melalui
vaksinasi, supaya dapat mempertahankan anti bodi dari serangan virus dan
bakteri. Bio Farma memiliki inovasi dalam manufacturing
vaksin dengan cara Cold Chain System,
yaitu pendistribusian vaksin dengan kendaraan berpendingin khusus. Bio Farma sekarang
sudah menggunakan Support Bio Farma
Digital.
Bapak Ronny P Sasmita, Direktur Eksekutif dan Pengamat Ekonomi di
EconAct, mengemukakan bahwa ciri khas dari revolusi 4.0 adalah perusahaan yang
sudah bergerak cepat dan ideal, tidak terlalu maju dan tidak terlalu mundur.
Untuk itu dibutuhkan inovasi dalam bidang teknologi supaya dapat menciptakan
kualitas pekerjaan.
Dari semua pemaparan di atas maka sudah siapkah bangsa Indonesia menuju
revolusi 4.0 dengan kondisi semua bidang yang ada saat ini? Butuh proses
perlahan untuk memprogramnya. Revolusi 4.0 akan tercipta sesuai kebutuhan
industri bangsa Indonesia.

Perlu dukungan dari banyak pihak untuk mewujudkan itu. Takin Indonesia bisa.
BalasHapusMari wujudkan Indonesia menuju revolusi industri 4.0
BalasHapusSangat diperlukan Teh.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus