Keheningan Dalam Diri
Seringkali dalam hidup ini kita
menghadapi banyak persoalan hidup, akibatnya kita pun mendapati efek dari
tekanan tersebut. Stres! Acapkali kita rasakan apabila kita belum mendapatkan
penyelesaian persoalan atau yang disebut making decision. Hal ini seolah-olah
angin ribut di kepala kita, dan goncangan dalam hati kita. Semua persoalan
diinput melalui mata, telinga dan ubun-ubun, kemudian diolah oleh akal sehat dan
hati, maka akan menghasilkan keputusan yang positif. Sebaliknya jika akal tidak
bisa mengolah dengan baik maka hati pun akan menjadi keruh, itulah keputusan
yang negatif. Namun ada kalanya ketika persoalan sulit dipecahkan dengan
pikiran atau logika, maka mencoba untuk menyelesaikannya dengan hati (deep
within yourself). Dalam hal ini, kebutuhan yang paling penting adalah keheningan.
Keheningan dalam diri ini dilakukan
oleh diri sendiri. Kebanyakan orang menyebutnya dengan meditasi, jika dalam
islam hal tersebut dinamakan dzikir bi qolbu (dzikir dengan hati).
Bagaimana melakukan keheningan dalam diri? Setelah melalui
pengalaman dan percobaan saat ini, metode ini dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut :
1. Mengenal
diri sendiri atau Finding yourself
Awali semua
langkah dengan berdoa memohon hanya kepada Sang Maha Lembut. Langkah awal
adalah menemukan spot dan suasana yang hening atau tidak ribut, seperti dalam
kamar setelah solat tahajud (sepertiga malam) atau bisa saja dimana dan waktu
kapan pun asal dalam keadaan fokus. Setelah itu, duduk atau terlentang, diam, sabar,
fokus (hanya ada diri kita sendiri) dan pejamkan mata perlahan, lalu pegang dada dengan kedua tangan
ditumpuk, dan rasakan detak jantung, hela nafas perlahan serta hangatnya suhu
badan.
Kemudian runut
kembali arti hidup dan tujuan hidup kita di dunia, sesuai dengan isi al-Quran
bahwa tujuan hidup makhluk Alloh adalah ibadah atau tunduk pada perintah-Nya.
Semua ibadah yang dilakukan di dunia ini haruslah priority, oriented to Alloh.
2. Beristigfar
(apologized) dan meluruskan niat
Langkah yang
berikutnya adalah memohon ampunan kepada Alloh Yang Maha Menerima Taubat untuk
kemudian meluruskan niat yang baik atau hanif. Semua apa yang diperbuat
tergantung pada niat, tekadkan azzam dalam diri. Hal ini berfungsi untuk
meminimalisir hawa nafsu, karena jika persoalan diselesaikan dengan hawa nafsu
dan kekhawatiran akan duniawi maka hasilnya akan merugikan diri sendiri even
untuk orang lain.
3. Memperbaiki
hati
Hati adalah sesuatu
yang paling berharga, tempatnya keimanan. Memperbaiki hati membuat hati menjadi
bening atau memurnikan kembali hati atau ikhlas. Teguhkan hati kita hanya
kepada Rabb, mendominasikan atau condong hanya kepada Ilaah, Alloh SWT.
4. Melepaskan,
“Let it go”
Ketika persoalan
belum dapat terselesaikan, maka cara cepatnya adalah melepaskan “let it go”. Kita
adalah peran, Rabb-lah sutradara dan pemilik segala apa yang ada di langit dan
di bumi, Dia mengetahui kehidupan dunia dan akhirat, Dia juga yang menjadikan
kita menangis dan tertawa. Maka dari itu, serahkanlah kembali segala urusan kita
pada-Nya, karena Rabb-lah sumber dari segala solusi yang paling terbaik,
biarkanlah Alloh Sang Maha Mentakdirkan yang menyelesaikannya.
5. Memaafkan
(forgiveness)
Yang terakhir
adalah tindakan memaafkan atau forgiveness. Dalam al-Quran memaafkan adalah
lebih baik dari sedekah materi. Forgiveness to yourself or other people.
Jika merasa sudah
lebih baik, maka bukalah mata secara perlahan. Lalu bernafas dengan pelan dan tenang.
Keheningan dalam diri ini memang sukar namun mesti dilakukan supaya
kita bisa merefresh kondisi jiwa kita. Berusaha optimis kepada Alloh, tersenyum
dan bersyukur. Lakukan metode ini setiap kali kita sedang merasa lelah, bosan,
emosional even kita dalam keadaan lapang sekalipun. Sekian share it kali ini,
selamat mencoba, semoga bermanfaat. Try it now, me myself and you yourself!
Wallohualam.
Allohu akbar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar